Thursday, March 15, 2007

Poligami

Kemarin pagi ada yg ngebuzz saya di YM, saya jd ikutan bales ngebuzz. Ternyata itu teman blogger yg pernah mampir ke blog saya. Senang jg sejak punya blog jd tambah byk teman skrg:) Pertamanya kita ga terlalu byk ngmg namanya jg baru kenal kali ya tp ga tau kenapa waktu cerita ttg keluarga tiba2 kesentil masalah poligami. Ini nih sedikit saya kutip hasil chatting kemarin.

---
saya : walah penganut poligami jg tho??
teman : wah bukan penganut, ini ajaran islam lho....
saya : iya
saya : ajaran islam yg ga wajib tpkan..
teman : Ibu...untuk memahami masalah ini nggak sembaran orang bisa.
teman : kalau orang dulu bilang, kita harus ngaji istilahnya atau istilah sekarang mengkaji lebih dalam, duduk bersama ulama yang mumpuni.
teman : dan tingkat kepahaman agama, tergantung sejauh mana orang tadi berkorban untuk agama.
teman : kalau dalam beragamanya cuma ikut-ikutan ya.... jelas menolak....
teman : jangankan yang sunah, yang wajib saja banyak ditinggalkan...
teman : atau banyak yang kita kerjakan tetapi nggak ada tuntuntannya.....
saya : sy ga menolak itu pilihan hdp msg2
saya : kl sy pribadi sih jgn ampe kejadian
teman : terima kasih ibu, kalau ibu memahami masalah ini.
teman : Jadi poligami adalah alternatif atau kemungkinan-kemungkinan yang telah diprediksi oleh Allah sedemikian rupa....
teman : Ada yang bilang, biarpun dia ulama, ustadz kalau dia poligami pasti nafsu...nafsu.....
teman
: memang benar.... semuanya ini tidak terlepas dari nafsu.....
teman : Rasulullah bersabda,"Tidak sempurna iman seseorang apabila nafsunya tidak disandarkan pada agama yang aku bawa'
---

Saya belum sempat mencerna kalimat2 yg beliau utarakan seperti di atas karena namanya jg chatting sambil kerja jd ya agak ga nyambung gt deh. Tp saya sempet tertegun sebentar di kalimat ini
dan tingkat kepahaman agama, tergantung sejauh mana orang tadi berkorban untuk agama.
Kalau dalam beragamanya cuma ikut-ikutan ya.... jelas menolak....

Mohon maaf kalo saya salah mengartikan maksud kalimat tersirat itu semata2 karena pengetahuan agama saya yg sangat dangkal, jadinya timbul pertanyaan2 berikut :
1. Masak sih tingkat kepahaman agama seseorang diukur dari pengorbanannya untuk agama?
2. Dan pengorbanan yg seperti apa yg bs mengukur tingkat pemahaman agama seseorang?
3. Emang semua orang yg menolak poligami berarti agamanya cm sekedar ikut2an?
4. Ehm.. kalo yg menerima poligami itu ikut2an bukan? hehe..

Dan ketika saya mencoba menelaah lagi pertanyaan tersebut maka keluar lagi pertanyaan berikutnya dari pikiran bodoh saya ini apakah agama itu menuntut pengorbanan dari “penganut”nya? dan keluar pula jawaban bodoh saya dari pertanyaan bodoh saya tersebut, mungkin perngorbanan yg dimaksud (menyangkut poligami) adalah pengorbanan dari sang istri yg merelakan suaminya menikah lagi & berbagi cinta dengan wanita lain, atau mungkin jg pengorbanan dari sang suami menyangkut imagenya yg buruk di mata masyarakat.

Tapi... bukankah seseorang itu menganut agama berdasarkan keyakinannya masing2 & menjalankan perintah2 agamanya dengan ikhlas karena keyakinannya td? Jadi apa hal itu masih disebut pengorbanan kalo kita melakukannya dengan ikhlas?

Dan untuk orang2 yg menolak poligami yg kebanyakan dari kaum hawa.. saya pikir mereka tidak sekedar ikut2an menolak, mereka hanya meluapkan apa yg mereka rasakan sebagai seorang perempuan yg tidak rela “dimadu” dan bukankah itu manusiawi? Tanya hati nurani anda (laki2 atau perempuan) apakah anda rela jika seseorang yg anda cintai membagi cintanya dengan orang lain? Jadi saya pikir sangat wajar sekali kalau luapan emosi yg pertama keluar dari mereka adalah sebuah penolakan.

Mengutip kata2nya AA’ Gym di infotaiment beberapa waktu yg lalu (seingat saya) beliau berkata “tidak semua orang mampu berpoligami” jadi hanya orang2 pilihan saja yg sanggup melakukannya. Poligami membutuhkan keadilan dan sebagai manusia biasa dimuka bumi apakah kita sudah mampu bersikap adil? Jangan hanya bertameng agama untuk membenarkan tindakan kita karena pertanggungjawabannya di dunia saja sudah berat apalagi di akhirat nanti.

Waduh capek deh ngomongin ini kok bahasanya jadi ribet gini ya tau ah pusing:( yang jelas intinya saya tidak menolak adanya poligami, karena memang benar kata teman saya tadi itu ajaran Islam agama yg saya anut. Tujuan poligami yg saya tau salah satunyakan untuk membantu meningkatkan harkat & martabat perempuan terutama janda2 tua atau miskin. Tapi untuk melaksanakan ajaran tersebut di keluarga saya sungguh sangat berat & sayangnya saya bukan termasuk orang yg rela berbagi cinta dengan wanita lain. Banyak jalan menuju Roma jadi walaupun itu merupakan salah satu jalan menuju syurga tapi saya akan lebih senang memilih alternatif lain yg lebih ikhlas & mampu saya tempuh.. wallahualam.

Saya mohon maaf yg sebesar2nya kalau tulisan ini menyinggung anda yg membaca & mohon maaf jg ama teman chatting saya karena dah ga ijin dulu mempublikasikan pendapatnya :D moga ga marah ya... Saya jg mohon maaf kalo ada yg salah tulis hal itu karena saya hanyalah orang awam dengan ilmu pengetahuan minim. Kepada Allah SWT saya mohon ampun.

Halah jadi kayak pidato depan pak RT:D

Links:
Poligami
Benarkah Poligami Sunah


8 comments:

Cam Qu├ębec said...

Real Nice Blog you have there ! I have appreciation for you, you did a really good job, I will link your blog. You can do the same with my blog if you want. Bye bye xxx

hery said...

Aku sendiri semoga nggak ngalamin deh poligami, terserah mau dibilang agamaku ikut2an. tapi yg jelas agama bagiku adalah kebutuhan, jadi bukan kita harus berkorban demi agama menurutku, tapi itu suatu kebutuhan yang akan membuat hidup kita lebih baik. Dan satu lagi pandangan hidupku di dunia ini semuanya harus balance, jd selain mikir bekal setelah mati kita harus mikir duniawi jg. Kalau tidak seimbang maka aku rasa hidup ini bakal timpang, karena Allah juga telah memberi contoh tentang keseimbangan, ada laki-perempuan, ada sedih-senang, ada cantik-jelek dll.

JALOE said...

saya :wah comment saya pasti panjang boleh kan Bu ?
Bu Rafi : Boleh asal dukung perempuan yach !
saya : waduh belum pasti bu, apa saya dukung perempuan atau sebaliknya.
Bu Rafi : yah sok comment tapi awas !!!

Bu, kenapa babi haram, padahal dia ciptaan Tuhan juga, untuk apa di ciptakan kalau pada akhirnya di haramkan ?. begitu juga dengan iblis, kenapa iblis di ciptakan kalau pada akhirnya di kutuk.pada hal masalahnya sangat sepele ngak mau sujud sama adam.pernahkan ibu merasa iba dgn makhluk yang bernama iblis itu. di sini lah letak permainan Tuhan, dan kita harus menerima permainan Nya itu. itulah yang di maksud dgn ikhlas kita beragama. berserah diri dgn keputusan dan ketentuan Nya.
kembali lagi pada masalah babi, kalau ternyata hasil penemuan ilmiah ternyata babi menyehatkan dan bisa bikin awet muda. ibu mau pilih akal atau dogma agama ?
agama itu terkadang berakal kadang tidak berakal (atau mungkin kita belum menemukan rahasiah di baliknya).
saya ingin berkisah tentang poligami. dulu Soekarno itu sangat menentang poligami, dia bilang poligami itu melecehkan martabat wanita. tapi ada seorang ulama bernama A. Hassan yang berpendapat sebaliknya. bahwa poligami itu boleh dan ketentuan Tuhan.
bu waktu membuktikan..Soekarno ternyata poligami, sdangkan ulama itu A.Hassan sampai matinya hidup monogami.
jadi hati2 bu terkadang Tuhan itu penuh dengan permainan Nya!
Apakah saya penganut poligami ? ah bu kawin saja saya belum, boro2 mikirin poligami.

joni said...

hmmm.. poligami..

orang pasti punya pendapat masing2 ttg poligami, ada yg mengatakan poligami adalah jalan terakhir yang ditempuh untuk menghindari zina ada juga yg blg perbuatan yang dibolehkan tapi tidak dianjurkan..

tapi, aku pribadi gak setuju poligami, krn akan menyakiti hati istri dan anak2 tentunya.. walau mereka ikhlas tp dr hati terdalam mereka pasti tidak menginginkannya. :)

pyuriko said...

Poligami yaaa,...

Suami aja blom ada, gmn mau poligami, hehehehe....


Have a nice long weekend mama Rafi...

Mama Rafi said...

to all:
mungkin nanti mamarafi akan ngadain polling poligami :D

endangwithnadina said...

kita jalani aja yang menjadi keyakinan kita ya, mama rafi...dan kita anggap yang berbeda pendapat itu semakin memperindah kehidupan...mudah2an kita tidak dipoligami.

We Are Free Thinks said...

Poligami = nafsu sex. munafik jika di bilang karena alasan A, B atau C kunjungi blog gw di http://wearefreethinks.blogspot.com/ kalau mau debat mengenai poligami. Tks