Monday, March 05, 2007

Lagi Sedih

Ketika..
cinta saja
tak cukup mengusir derita
airmata
pun tak mampu membasuh
luka
maka..
kesedihan meraja

dan kepada-Mu
aku bersimpuh

Ya Allah..
gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan,
jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan,
dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram.
Ya Allah..
dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan,
dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan. )**

Amin..

** : La Tahzan hal.2

9 comments:

Iko said...

Amin Yaa Rabalallamin,... :)


Laa Tahzan.... Jangan bersedih.

hery said...

Amiinn, semoga kebahagiaan secepatnya datang

putri_angga said...

Aminnn...
kan habis gelap terbitlah terang,,,,



jangan bersedih, kan ada saya.... hahahah

Mama Rafi said...

amin.. amin... amin...
trimakasih doanya :)

afin said...

mama rafi kenapa sedih? waduh...(sambil garuk2 kepala)

Mashuri said...

Seorang anak kecil berkata,"Kapan aku menjadi anak yang lebih besar?"

Ketika saat lebih besar tiba anak itu berkata,"Kapan aku menjadi remaja?"

Ketika saat remaja tiba ia berkata lagi,"Kapan aku menikah?"

Ketika sudah menikah ia berkata lagi,"Kapan aku mempunyai anak?"

Ketika sudah punya anak ia berkata,"Kapan aku pensiun?"

Dan ketika usianya betul-betul tua dan menengok kebelakang, ia merasa tersesat dalam keseluruhan hidupnya, tanpa pernah "hidup" di dalamnya.

....kehidupan ini harus "hidup" dalam setiap desah napas, setiap detik, setiap menit,setiap jam....

*mama rafi, bu laksono*

mampir disini, t'rasa bedho

Don't be sad

arifkurniawan said...

Insya Allah badai pasti berlalu... Sabar Mamanya Rafi. Pasti ada jalan keluarnya. Saya ikutan berdoa.

pyuriko said...

Mama Rafi, masih bersedih yaaa???

Oh yaaa, linknya udh Iko tautkan... semoga mama Rafi selalu behagia, dan selalu menghadirkan senyuman manis..

Mama Rafi said...

to all:
thx perhatiannya alhamdulillah saya dah ga sedih lagi, ini buktinya saya senyum lebar ampe kliatan gigi :D